Rumah baru dekat kuburan angker

 Nama ku topan, aku tinggal di daerah bandung selatan, di satu kampung yang masih kental akan hal-hal mistis, ada dua pengalaman horor ku selama tinggal di kampung itu,  yang samapi saat ini tidak bisa aku lupakan, dan ini adalah yang pertama.

Semenjak bapaku meninggal beberapa tahun lalu, aku tinggal berdua dengan ibuku. namun pada tahun 2013, ibu ku memutuskan untuk menikah lagi, yang berarti disini aku akan punya bapak tiri, tapi gapapa lah, toh bisa membantu meringankan beban keluarga. Singkat cerita ibuku sudah menikah lagi dengan seorang laki-laki bernama ahmad, yang dimana itu adalah bapak tiri ku sekarang, bapak mengajak aku dan ibuku untuk pindahan saja dan tinggal di rumahnya, kamipun menyetujuinya, singkat cerita kami pun pindah ke rumah bapakku yang berada di kampung sebelah, yang ternyata letak rumahnya berdekatan dengan tempat pemakaman, yang memang disana terkenal angker, tapi waktu itu aku tidak berpikiran aneh-aneh, dan lagipula aku tyipe orang yang cenderung kurang percaya akan hal-hal mistis.

Setelah sampainya di rumah bapaku, aku melihat-lihat sekelililng rumah, terlihat agak kotor dan tidak terawat, banyak debu dan sarang laba-laba di pojokan rumah, dan nampak sebagian atap rumah sudah bolong, di tambah barang-barang bawaan dari rumah sebelumnya yang masih berserakan, terlihat rumah seperti kapal oleng,  maklum, sebelum bapak menikah dengan ibuku, bapak tinggal sendiri, sehingga rumah kurang terurus. Dan ada satu yang membuatku agak sedikit tidak nyaman, dimana ada beberapa seperti tulisan arab dengan tinta merah yang di tempel di dinding rumah, ada juga bumbu masak seperti bawang putih, bawang merah, cabe merah dan dll yang di tusuk seperti sate dan di letakan di tiang rumah, entah buat apa gunanya, tapi sudahlah, akupun tidak menghiraukan hal itu.

Karena hari sudah malam, jadi kami memutuskan untuk istirahat dan memberesaknnya besok pagi saja,
Di karnakan rumah ini cuma punya satu kamar saja, akupun terpaksa harus tidur di kursi panjang yang ada di tengah rumah, tapi gapapa lah yang penting bisa merem, aku langsung tidur dengan kondisi seadanya. ZzZz...

Esok harinya aku mulai beres-beres, membersihkan dan menata barang-barang agar terlihat rapi dan bersih. Tak lupa aku juga membuang tulisan arab dan sate bumbu dapur itu, 
Setelah semuanya beres aku berniat mau mandi, dan aku masih bingung dimana kamar mandinya, aku tanya sama bapaku, "pak kamar mandinya dimana?"  "itu yang pintu warna ijo" kata bapak(sambil menunjuk ke arah kamar mandi umum tersebut) maklum, kedaan di kampung orang orang masih menggunakan kamar mandi umum. Aku bergegas bawa handuk dan peralatan mandi lalu pergi untuk mandi.

Sore harinya, aku mulai beradaptasi dengan orang-orang sekitar, aku berjalan-jalan di sekitaran rumah, menyapa setiap orang yang berpapasan denganku,  lingkungannya enak dan  orang nya ramah-ramah.
Dari situ aku berkenalan dengan beberapa teman baru, salahsatunya Rohman yang biasa di panggil oman.
Aku sama oman sering main bareng karena memang rumah oman tidak begitu jauh dari rumahku. 

Suatu hari aku sama oman nongkrong di pos ronda yang ada dekat rumah oman, sore itu kami asik membahas film horror yang semalam tayang di tv, tapi di tengah pembicaraan, oman tiba-tiba bertanya padaku, "eh pan, apa kamu gak takut tinggal di rumah mu itu?" tanya oman, dengan bingung aku pun menjawab "hah.. emang takut apa man"  oman pun cerita tentang pengalaman-pengalaman mistis yang sering di alami warga kampung setempat, oman bercerita bawha di kuburan yang dekat rumahku sering terlihat penampakan dan suar-suara aneh, dari penampakan wanita berambuat panjang, sampai suara orang memanggil manggil yang tidak di ketahui sumber asalnya, bahkan warga kampung sempat geger dengan penampak sosok pocong tinggi besar dan berwajah hitam.
Karena aku dari awal dasar nya kurang percaya akan hal-hal mistis, aku pun hanya menyimak dan mengiya kan saja cerita oman
.
Hari hampir maghrib, aku dan oman bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing.
   Suatu hari bapaku berniat membuat saung kecil di sebelah rumah, dimana nanti saung itu akan di jadikan untuk dapur, yaa sekalian memperbaiki bagian rumah yang sudah rusak dan usang.

Hari itu aku membantu bapak ku untuk membuat saung, karena di kerjakan hanya berdua saja, butuh berahari-hari untuk menyelsaikan saung itu, dan hari itu hanya baru terpasang tiang-tiang kayu saja yang kami kerjakan.

Malam pun tiba. Seperti biasa aku tidur di kursi panjang di tengah rumah, tak lupa aku letakan radio di sebelah kepalaku, karena malam itu aku mau  mendengarkan cerita wayang golek, tidak seperti malam biasanya, malam itu terasa sangat sepi, aku lihat jam sudah pukul 23:45(jam duabelas kurang) sementara ibuk dana bapaku sduah terlelap,  aku pun menyalakan radio kerana cerita wayang golek segera di mulai.Jam pun terus berlalu, akupun menyimak cerita wayang golek itu
Sedang asik menyimak cerita, tiba tiba aku di kagetkan dengan suara seperti suara benda yang cukup besar terjatuh,, gedubraakk,,, suara itu berasal dari saung yang belum beres yang aku kerjakan tadi siang dengan bapaku, "Hahh apa ituuuu?? Ah mungkin salah satu tiang itu terjatuh pikir ku" akupun kembali menyimak cerita wayang golek di radio, tak lama kemudian aku mendengar suara sayup seperti orang merintih, aku coba mengecilkan volume radio karna aku pikir itu suara dari radio, ternyata bukan, lagi-lagi suara itu berasal dari saung sebelah rumah, setelah aku mengecilkan volume radio, ternyata suara itu suara tangis seorang perempuan,  siapa itu?? Apa mungkin tetangga ku yang lagi berantem dengan suaminya?? Atau orang yang tadi ketiban  tiang??.. Sejenak aku berpikir, ah gak mungkin, ini sudah hampir jam 2, ngapain tetangga saya nangis di saung yang belum jadi,, jam segini pula pikirku, lantas siapa itu??mengingat hal itu aku ketakutan  Suara tangisan itu terdengar jelas, aku coba menutup mata dan telinga ku dengan selimut, tapi aneh, suara tangisan itu malah semakin terdengar jelas di telingaku,, suara tangisan itu berbeda dengan suara suara tangisan yang biasanya aku dengar, suara itu seperti suara dari perempuan yang benar benar sakit hati, sampai-sampai, lirih dan sendu nya bisa aku rasakan saat itu,  seketika itu pun aku merasa sekujur tubuhku terasa panas, keringat dingin mulai membasahi badanku aku mencoba mebmbaca doa sebisaku, tapi suara itu tidak mau pergi, aku gemetran pada saat itu, dirasa sudah tidak kuat lagi, aku berlari ke kamar orang tua ku, aku mengedor gedor pintu kamara, sontak bapaku terbangun dan kleuar. Melihat keadaan ku yang penuh keringat seperti yang habis lari maraton, bapaku bertanya, "kamu kenapa? Ada apa?" tanya bapak aku tidak bisa menjawab, hanya bisa menunjuk ke arah saung, lalu bapaku mendekatinya, tiba tiba, "astaghfirolhalazim" kata bapak, benar saja bapaku juga mendengar suara tangisan itu, lalau ibu datang dari arah kamar, "ada apa pak" kata ibu, "gapapa buk, ibuk balik tidur aja" jawab bapak, ibu pun kembali ke kamar,  lalu bapak pergi keluar untuk melihat siapa yang sebenarnya ada di saung, karena penasaran aku juga ikut di belakang bapak, 
Setelah sampe saung betapa kagetnya aku, serasa di samber petir,  melihat sosok wanita bebaju putih, dan berambut panjang yang sangat halus sedang bertengger di salah satu tiang saung, yaa benar saja sosok itu adalah kuntilanak. Aku langsung memegang erat tangan bapaku,,  sambil baca-baca do'a bapak mengambil sebuah batu lalu melemparkannya ke arah kunti itu,, 
Aku melihat dengan jelas wajah kunti itu, wajahnya putih pucat kaya lilin, dan sekilas aku melihat ada garis hitam kemerahan yang melintang di leher kunti itu,, sumpah serem banget, 
Mendengar kegaduhan di luar, tetangga ku yang bernama mang adin pun ikut keluar
"Astaghfirulohaladzim... Astaghfirulohadlazim..."
Kata mang adin. 
Bapaku 
Dan mang adin membaca do'a sementara aku hanya berdiri sembunyi ketakutan di belakang bapaku, 
Tak lama terlihat si kunti itu terbang, sambil tertawa cekikikan, perlahan dia melayang pergi ke arah kuburan, lalu menghilang di kegelapan, alhamdullilah, kuntilanak itu pun sudah pergi, setelah itu, mang adin pun mampir ke rumah, untuk berjaga-jaga   kalau makhluk itu datang lagi, lalu bapaku dan mang adin bercerita tentang kejadian barusan, sementara aku hanya menyimak. Jadi menurut mang adin sosok kunti itu adalah sosok hantu dari seorang wanita yang bunuh diri sekitar kurang lebih 5 tahun lalu, dan wanita itu bernama lisna, mendengar pendapat mang adin aku jadi ingat, memang dulu ada wanita bernama lisna yang bunuh diri,, jadi ceritanya dulu tuh begini, ada satu warga yang menemukan jasad lisna di kebun singkong di belakang rumahnya, jasad lisna di temukan dengan kondisi leher yang sudah di gorok dan hampir putus dengan posisi jasad memegang sebuah pisau yang berlumuran darah di tangan kirinya, jasad itu tertutupi dengan beberapa lembar daun pisang, 
Berita itupun membuat geger warga, pada saat itu, dan menyebar luas ke peloksok kampung, dari situ warga kampung meyakini bahwa lisna telah bunuh diri, tapi saat itu warga tidak sepenuhnya percaya, karena kalau itu kasus bunuh diri, siapa yang menututupi jasad dengan daun pisang dengan sangat rapi, sebagian wargapun beranggapan kalau kasus itu kasus bunuh diri, ada juga yang beranggapan kalau itu kasus pembunuhan.
Taka lama terdengar adzan subuh berkumandang, dirasa sudah aman, mang adin pun pamit pulang, tapi sebelum pulang mang adin menyarankan untuk mengadakan syukuran atau semacam pengajian, dengan harapan tidak akan lagi terjadi hal-aneh di rumah ini 


Oiya yang aneh dari kejadian ini adalah, aku melihat dengan jelas wajah kunti itu, tapi tidak sedikitpun aku ingat rupa nya, sedangkan suara tangisan dan cekikikan itu masih terngiang ngiang di kepalaku, atau apakah wajah hantu itu tidak bisa di ingat? Wallalohualam
 
Dan itu lah pengalaman horror pertma ku, dan dari situlah aku mulai percaya bahwa hal-hal gaib itu memang benar adanya.
Sebenarnya masih ada satu lagi pengalaman horror ku, tapi aku akan ceritain di cerita berikutnya. 
terimakasih

Nama    :   iyang topan
Alamat  :  jalan bakung utara no 5D solo                    suarakarta
Tlp/Hp   :  0895328249208 (WA)
IG            :  babycrafty
NIK         : 3204311610910001
NPWP    : 41.879.302.2-526.000

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata

Bola